Berita Game

Game Online Berdampak Positif Pada Relasi Bisa? Simak Penejelasanya

Game online menjadi sesuatu yang disukai oleh bermacam kalangan, mulai dari si kecil-si kecil sampai orang dewasa. Umumnya, game dijadikan pelarian untuk mendapatkan hiburan dan relaksasi bagi banyak orang.
Tapi, dituliskan dalam situs EurekAlert, bermain game online secara berlebihan dapat menyebabkan kecanduan, perubahan mood, atau meningkatkan kekhawatiran. Efek negatif tersebut juga dapat menyebabkan kecemasan.

Kendati demikian, sebagian orang mendapati bahwa bermain game online memiliki akibat yang positif kepada relasi sosial mereka. Oleh karena itu, terdapat sebuah studi yang mengindikasi pentingnya konektivitas sosial dan dukungan bagi pemain game online.

Studi Imbas Game Online Terhadap Relasi Bisa

Studi ini dijalankan oleh Tyler Prochnow, PhD, dan Megan Patterson, PhD, dari Departemen Health Behavior di Texas A&M University School of Public Health, dan rekan-rekan dari University of North Carolina dan Baylor University.

Mereka kemudian melakukan analisa jejaring sosial untuk memeriksa struktur sosial link sbobet88 dari sebuah situs game online dalam dua spot waktu. Tujuannya yaitu untuk mengamati bagaimana relasi sosial diberi pengaruh oleh dukungan sosial, rasa memiliki kelompok sosial, dan gejala depresi.

Penelitian ini dijalankan pada jaringan sosial yang terdiri atas member situs game simulasi sepak bola online. Survei yang dijalankan kepada member diberi pada awal dan akhir musim game.

Permainan tersebut memberikan pemain peran sebagai pelatih kepala sebuah tim sepak bola dan berkompetisi dengan member lain dalam kurun waktu 10 bulan. Member dapat berkomunikasi lantas satu sama lain melalui forum situs, obrolan, dan pesan lantas.

\\\”Kami berharap menonjolkan pembangunan kelompok sosial dan relasi informal yang terbangun melalui pembatasan online ini,\\\” ujar Prochnow.

Ia juga menambahkan banyak orang merasa memiliki rasa memiliki kelompok sosial, dukungan sosial, dan kenyamanan melalui game online. Oleh karena itu, dia dan rekannya merasa perlu untuk mengukur konektivitas ini dan memupuknya untuk meningkatkan kesehatan mental pada era digital.

Pada awal musim, terdapat 37 responden yang menanggapi survei, meski pada akhir musim terdapat 40 responden yang menanggapi. Diketahui, terdapat 30 responden yang mewakili dua lini waktu tersebut.

Data yang dikumpulkan yaitu berkaitan umur, variasi kelamin, unsur demografi, dan jumlah jam yang dihabiskan member di situs game tersebut atau bermain game video lainnya.

Kecuali itu, responden juga menjawab pertanyaan survei berkaitan gejala depresi dan kemampuan untuk mengobrol dengan seseorang berkaitan permasalahan mereka.

Peneliti kemudian meminta responden untuk ikut menyebutkan orang-orang dalam kehidupan riil atau dalam situs game yang dapat mereka ajak mengobrol berkaitan permasalahan penting yang mereka alami.

Walhasil: Jejaring Bisa Pada Game Online Memecahkan Melewati Stres

Diketahui penelitian ini, ditemukan relasi antara kekuatan jaringan sosial dan depresi. Pasalnya, jaringan sosial yang kuat dapat memberi peluang yang lebih besar dalam mendapatkan dukungan.

Diketahui, jaringan sosial informal seperti yang terdapat dalam game online, memiliki peranan penting dalam memecahkan stres dan mencari bantuan formal akan kecemasan atau depresi.

Penelitian ini juga dikombinasikan dengan penelitian yang menyatakan bahwa orang-orang mencari bantuan pada jejaring sosial dalam keadaan sulit. Pengombinasian ini dialamatkan untuk menambah relevansi dalam studi ini.

Ditemukan dalam studi, dukungan sosial, rasa memiliki kepada kelompok sosial, dan gejala depresi berperan dalam perubahan struktur sosial game dari waktu ke waktu.

Para peneliti juga mengamati lebih banyak orang yang melaporkan memperoleh dukungan dalam jejaring sosial dibandingi kehidupan riil. Tapi itu menyebabkan dalam jejaring sosial lebih memungkinkan untuk mencari bantuan dari member lain.

Kemudian, ditemukan pula bahwa relasi komunikasi lebih mungkin terbentuk saat komunikasi direspon atau melibatkan kelompok individu.

Kecuali itu, pada pemain yang menghabiskan lebih banyak waktu di situs dan memiliki rasa memiliki lebih memungkinkan untuk memiliki ikatan komunikasi. Responden ini juga kemungkinan lebih merasa nyaman untuk melakukan percakapan berkaitan permasalahan kehidupan riil.

Tapi itu menonjolkan pentingnya rasa memiliki kelompok sosial dalam situs game online. Kendati demikian, kelompok sosial ini juga memiliki sebagian kelemahan, seperti menjadi ruang penanaman politik dan ideologi.

Studi ini juga mendapati member yang memiliki dukungan di kehidupan riil, memiliki kemungkinan lebih sedikit untuk membentuk ikatan komunikasi. Tapi, responden variasi ini dilaporkan memiliki gejala depresi yang lebih besar. Diperkirakan terjadi karena kurang memiliki ikatan komunikasi.

Tapi tersebut menggambarkan adanya kebutuhan akan lebih banyaknya dukungan formal bagi mereka yang mengalami gejala depresi. Dukungan ini termasuk opsi perawatan kesehatan mental.

dalam studi ini memperkuat hasil dari penelitian berkaitan relasi antara kesehatan mental, dukungan sosial, dan game online. Kecuali itu, studi ini juga menonjolkan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai relasi yang kompleks dalam bidang ini.